WELCOME IN MY ADVENTURE

WELCOME IN MY BLOG

Judul

Selasa, 28 Mei 2013

Wisata Papua Barat Nan Indah

Pulau Mansinam

Wisata Alam – Pulau Mansinam – Papua Barat

    Pulau Mansinam terletakdi teluk doreri sebelah selatan kota Manokwari ,dengan luas 410,97 Ha, dan dengan Perahu Tradisional atau Long Boat adalah sarana transportasi yang digunakan mengunjungi pulau ini dalam 10-15 Menit waktu tempuh.
 
    Terdapat Gua Kelelawar yang menarik , alam pantai yang indah dan nyaman melakukan kegiatan berenang dan berperahu. Menyelam di dasar laut sekitar pulau ada beberapa bangkai kapal yang tentunya menjadi objek  daya tarik tersendiri .
 
    Pulau mansinam juga menyimpan kenangan sejarah awal peradaban di Tanah Papua ,Situs Gereja, Rumah, Asrama, Sumur Tua dan beberapa Makam Zendeling adalah bukti sejarah yang masih dapat ditemui di sini. Mansinam, yang merupakan suatu pulau yang terletak di Manokwari, Papua Barat menyaksikan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dengan mengenal  indahnya pemandangan langit dan laut yang biru ,sebagai pemandangan tanpa batas .
     Langit yang biru dan laut nanbiru menyatu tanpa pembatas, suatu pemandangan  yang langka yang dapat kita lihat sambil berjalan jalan di pantai berpasir putih yang alami dan mengagumkan, juga melihat kampung-kampung nelayan, serta berenang di pantai

 Wisata Sejarah – Situs Purbakala Tapurarang – Papua Barat 

    Berkunjung ke Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Situs Purbakala Tapurarang tak hanya menarik keelokannya
Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah
 
Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.
Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.
 
Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.
Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.
Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.
Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.
Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.
MENGUNJUNGI Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, namun ini juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.
Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak jaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.
Lantas apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat mengunakan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat dengan jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia.Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.
Bagi masyarakat setempat lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.
Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat
Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satupun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.
Di lokasi lukisan tebing ini anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.
Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp. 25.000 perorang, one way.
Tiba di Kokas perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat


Wisata Alam, Budaya – Teluk Triton – Papua Barat

     Teluk Triton terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Daerah ini dikenal dengan keindahan bawah air yang dikenal sebagai sorga bawah laut dan warisan budaya.
Kawasan di Teluk Triton terdapat 959 jenis ikan karang dan 471 jenis karang di mana 16 dari mereka adalah spesies baru. Keindahan karang lunak adalah pemandanganan air alami di Teluk Triton. Serta dengan mudah menemukan Bryde’s paus mencari makanan.
Gambar kuno dari jaman pra-sejarah di sisi gunung menunjukkan telapak tangan dan binatang di Maimai adalah keindahan budaya yang semenarik dunia bawah laut di Teluk ini.
Menuju Teluk Triton dapat dengan penerbangan atau kapal dengan jadual tertentu ke Kaimana kemudian ke Teluk Triton, satu-satunya alat transportasi yang tersedia adalah transportasi laut dari Kaimana. Sebuah kapal milik pemerintah daerah di Kaimana yang transit di beberapa desa Teluk Triton yang sedang dalam perjalanan ke Teluk Etna.atau mengambil longboat atau speedboat sewaan untuk pergi ke Teluk Triton. Dari Port Kaimana, akan memakan waktu sekitar tiga jam dengan perahu panjang dan sekitar satu setengah jam dengan speedboat ke Teluk Triton.
Melihat gambar kuno dari jaman pra-sejarah di sisi dinding gunung sepanjang 1 Km di Maimai, Bryde’s paus di Lobo, dan menyelam atau snorkeling di dekat Temintoi, Selat Iris, masih dalam Teluk Triton. Anda hanya dapat melakukan perjalanan sekitar melalui laut. Bila cuaca baik, Anda dapat mengunjungi berbagai lokasi dalam satu hari.
 
SURGA, kata yang tepat untuk menggambarkan istimewanya keindahan Teluk Triton di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Bagi pecinta traveling, Teluk Triton bak surga yang menawarkan kesempurnaan. Tak tanggung-tanggung di sini Anda akan dimanjakan dengan berbagai pengalaman berbeda.
Coba tenggok daerah Maimai. Di dinding tebing karang sepanjang sekitar 1 kilometer terdapat lukisan kuno peninggalan zaman prasejarah. Anda bisa menyaksikan berbagai lukisan etnik berupa telapak tangan, tengkorak, dan binatang. Yang menarik lukisan ini dibuat di lokasi tebing karang yang sulit dijangkau dengan tangan telanjang. Meski sudah berabad-abad lamanya lukisan dari bahan pewarna alami tersebut masih tampak jelas hingga saat ini.
 
    Pemandangan situs lukisan kuno di tebing karang adalah awal dari perjalanan anda di Teluk Triton. Kejutan lain bisa anda temukan di sekitar Kampung Lobo. Anda akan menjumpai pemandangan langka berupa atraksi mamalia raksasa di sekitar perairan  kampung ini. Sebagai habitat paus Bryde’s tak sulit untuk menjumpai mamalia ini. Semburan air ke udara dari lubang di punggung paus menjadi penanda atraksi ini bisa segera anda nikmati dari atas kapal.
     Eloknya, paus-paus di sini hidup harmonis dengan masyarakat Teluk Triton. Meski hidup sebagai nelayan, masyarakat di sini tidak memburu mamalia ini. Mereka menganggap mamalia ini sebagai keluarga bahkan penyelamat. Tak heran jika binatang yang bisa mencapai ukuran hingga 12 meter ini tak segan-segan menampakkan diri bermain di sekitar perahu nelayan.
Saat air laut di sini teduh, kesempatan anda menyaksikan paus Bryde’s semakin mudah. Bagi pecinta selam dan pemburu foto underwater, kesempatan langka untuk bermain dan mengabadikan polah binatang raksasa ini rasanya sayang jika dilewatkan.Masih di Kampung Lobo anda juga bisa menyaksikan jejak peninggalan Hindia Belanda berupa tugu “Fort du Bus”. Dari tugu ini bisa dipastikan pada tahun 1828 di Lobo pernah berdiri benteng dan pos administrasi Hindia Belanda bernama Fort du Bus.
Nama Ford du Bus diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies. Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di tanah Papua. Pada masa tersebut pemerintah Hindia Belanda bahkan mengangkat tiga penduduk pribumi masing-masing adalah Raja Namatota, Raja Lokajihia yaitu Kasa, dan Lutu (orang terpandang di Lobo, Mewara dan Sendawan) sebagai kepala di daerah masing-masing.
     Wabah malaria yang menyerang Lobo pada tahun 1835 mengubah keadaan. Wabah ini membunuh sebagian besar tentara Hindia Belanda di sana. Akhirnya benteng ini pun ditinggalkan.
Bagi pecinta selam, Anda wajib untuk membawa perlengkapan selam anda. Di Teluk Triton keindahan alam bawah lautnya sayang jika dilewatkan. Di sini, lokasi menyelam (dive site) yang biasa dikunjungi ada di seputar Temintoi, Selat Iris. Kekayaan alam bawah lautnya jelas tak diragukan lagi. Menurut data Conservation International (CI) Indonesia tahun 2006, perairan Teluk Triton memiliki 959 jenis ikan karang, 471 jenis karang (16 diantaranya jenis baru), dan 28 jenis udang mantis.
Puas menyelam, menu perjalanan terakhir adalah menikmati indahnya senja Kaimana. Senja di sini bukan sembarang senja. Jika cuaca cukup baik, bisa dipastikan senja di Kaimana akan memberi hiburan tak terlupakan. Kala senja, torehan semburat jingga merata di langit Kaimana. Dari Teluk Triton kemengahan senja terasa saat bola raksasa hangat laksana tenggelam di telan lautan.
     Untuk menjumput indahnya surga di Teluk Triton, transportasi satu-satunya adalah menggunakan jalur laut. Sayang, di sini belum tersedia kapal wisata reguler yang melayani rute perjalanan di atas. Anda bisa mencapainya dengan menggunakan speedboat sewaan dari pelabuhan Kaimana. Biaya sewa speedboat dari Kaimana dibandrol sekitar Rp. 4-5 juta per hari

Ini Dia Wisata Lengkap Sumatera Barat

     Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah, diantaranya yang sangat sering dikunjungi adalah sebagai berikut :

1. Danau Singkarak
 
 
    Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang – Solok. Di sekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel. Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.

2. Danau Maninjau
 
 
    Merupakan danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek). Di danau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air yang cukup mengasyikan serta terdapat juga hotel dan homestay yang cukup representative.

3. Danau Di Atas dan Di Bawah
 
 
Danau Di Atas

Danau Di Bawah

      Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang. Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki. Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.

4. Jam Gadang
Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.

Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu. Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.






5. Benteng De Kock
 

    Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.

6. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta

    Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.

7. Terowongan (Gua) Jepang
 
     Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.

8. Ngarai Sianok

    Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.

9. Lembah Anai
 
Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.

10. Anai Resort Golf Course
 
Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.

11. Embun Pagi
 
Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.

12. Ngalau Indah

    Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

13. Istana Pagaruyung
    Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.

     Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.

14. Lembah Harau
    Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.

15. Pandai Sikek
 
Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.

16. Pulau Sikuai
 

Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.

17. Kawasan Bukit Langkisau
    Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.

18. Pulau Cubadak
 

Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya.

19. Jembatan Akar Pesisir Selatan
    Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.

20. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai

 
Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat – Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.

21. Desa Pariangan di Tanah Datar
     Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang – Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.

22. Rumah Peristirahatan Balai Campago
Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram, tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu 10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago. 

INDAHNYA WISATA PASAMAN BARAT

1. Gunung Talamau


    Gunung Talamau dengan  ketinggian 2982 meter dari permukaan laut (dpl), merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat. Karakteristik  Gunung Talamau termasuk salah satu dari gunung api, tetapi Talamau termasuk gunung  yang tidak aktif. Gunung tersebut menyimpan  segudang pesona yang sayang tuk di lewatkan. Kawasan hutan yang masih perawan,  ditingkahi kicauan burung yang bersahutan berpadu dengan keindahan puluhan  telaga yang terserak di kawasan gunung, membuat perjalanan panjang para  wisatawan takkan terasa sia-sia. Berdasarkan hasil penelitian  Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gunung  Talamau berasal dari berbagai jenis batuan, yaitu batuan vulkanik produk Galau (campuran) Talamau, yang dari Major Elemen yang  menunjukkan batuan beku di kawasan itu dapat  dibedakan menjadi empat macam yaitu jenis batuan basa (basalt), menengah (andesit),  agak asam (dasit), dan granit (asam).
Keistimewaan
    Gunung Talamau ditumbuhi oleh beberpa  jenis tumbuhan hutan yang terdiri dari famili Dipterocarpaceae dan hutan  famili lauraceae. Famili Dipterocarpaceae terdiri dari tumbuhan  kemaduh (Laportea  stimulans), markisa (Passiflora sp.), sirsak (Annonaceae),  senggani (Melastoma  sp.). Di samping itu, bunga edelwis yang tumbuh bermekaran  melengkapi jenis tumbuh-tumbuhan yang bermekaran di lereng Gunung Talamau.
     Di dalam hutan terdapat berbagai  macam aneka satwa seperti burung dan binatang. Satwa burung yang ada adalah:  rangkong (Buceros  rhinoceros), sempidan sumatera (Lophura inornata), burung alap-alap (Black-thighed Falconet),  ayam hutam merah (Red Junglefowl). Sedangkan satwa jenis binatang yang  sering terlihat di gunung ini adalah: babi jenggot (Sus barbatus), musang leher  kuning (Martes  flavigula), owa (Hylobates muelleri), lutung dahi putih (Presbytis frontata),  bajing tiga warna (Callosciurus prevostii), dan tupai gunung (Tupaia montana),  beruang madu (Helarctos  malayanus), musang belang (Hemigalus derbyanus), kucing batu (Felis marmorata),  rusa (Cervus  unicolor) dan macan dahan (Neofelis nebulosa) yang sering  disebut oleh masyarakat setempat dengan harimau Campo.
Selain keragaman flora dan faunanya,  di dalam hutan yang ada di lereng gunung ini juga terdapat air terjun yang  cukup besar yang oleh masyarakat setempat diberi nama Air Terjun Puti Lenggo  Geni. Keberadaan air terjun yang mempunyai tinggi 109 m tersebut, tentunya akan semakin menambah keindahan panorama Gunung Talamau.
    Di tengah rimbunnya hutan Gunung  Talamau atau tidak jauh dari puncak gunung, terdapat 13 telaga. Ke-13 telaga  tersebut adalah: Talago Puti Sangka Bulan, Talago Tapian Sutan  Bagindo, Talago Tapian Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Satwa, Talago  Lumuik, Talago Biru, Talago Mandeh Rubiah, Talago Imbang  Langik, Talago Cindua Mato, dan Talago Buluah Parindu. Air telaga yang  jernih merupakan salah satu sumber mata air yang sering di manfaatkan oleh para  pendaki untuk di konsumsi.

2. Pantai Sasak


    Berbicara mengenai wisata pantai di Pasaman Barat, jelas tidak terlepas dari Pantai Sasak yang berada di Kenagarian Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Pasaman Barat. Pantai yang elok dengan hamparan pasir nan indah memberikan nuansa alam yang begitu alami. Ini merupakan potensi yang sangat menjanjikan. Pantai Sasak Pasaman Barat (Pasbar) merupakan sebagian objek wisata yang ada di kabupaten yang baru mekar ini. Dengan pantai yang indah, landai dan berpasir putih halus, dipastikan mampu memikat para penikmat indahnya pantai. Nagari Sasak Kecamatan Sasak yang terletak di pantai barat Indonesia. Berada sekitar 20 Kilometer dari pusat Kota Simpangempat —140 Km dari Kota Padang, ternyata memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan.
    Keberadaan pantai Sasak hingga hari ini masih menjadi wisata andalan bagi masyarakat Pasaman Barat. Jalan menuju pantai Sasak itu pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan waktu lama. Dengan menaiki angkutan umum dengan ongkos Rp 7.000 saja, sudah bisa sampai ke pantai tersebut. Atau ada juga pilihan dengan menggunakan ojek tentu ongkosnya sedikit lebih mahal dibandingkan menggunakan angkutan umum. Baru saja kita sampai di pantai Sasak, hamparan pasir putih dan jejeran tenda-tenda tempat berteduh dapat digunakan menghindari sengatan matahari. Deburan ombak menggelegar juga menjadi daya tarik pantai ini.
Ditambah lagi masyarakatnya yang begitu bersahabat menyambut kedatangan setiap pelancong. Pantai yang dihiasi perkampungan nelayan tradisional masih begitu bersahaja, jelas butuh sentuhan lebih untuk bisa berkembang lebih jauh. pantai Sasak merupakan sebuah potensi besar. Pantai yang didiami mayoritas masyarakat nelayan ini, menyajikan kesejukan dengan kebersihan yang begitu memikat hati. Terpampang kehidupan anak nagari yang masih bersahaja dengan diwarnai jejeran pukat dan kapal-kapal nelayan. “Beginilah Pantai Sasak nak. Pantai ini begitu perawan yang memberikan kesan kesejukan dengan hamparan pasir yang begitu bersih. Jika hari libur setiap Sabtu dan Minggu, pantai ini selalu sesak dipadati pengunjung.
Masyarakat disini pun selalu terbuka tidak pernah memungut biaya masuk dan parkir karena kami sepakat akan memberikan kesan yang baik bagi pengunjung. Hal ini tentunya akan menyebabkan semakin ramenya Pantai Sasak dikunjungi para pelancong,” terang salah seorang pemilik rumah makan Naga Laut di pantai Sasak saat dikunjungi Wisata, beberapa waktu lalu. Tidak itu saja, minimal dalam satu kali setahun Pantai Sasak mengadakan pesta pantai dengan berbagai jenis mainan untuk menghibur masyarakat yang datang. Jika di pantai Padang ada jagung bakar, lantas apa makanan khas Pantai Sasak? Ikan bakar tenggiri. Tentunya bukan sembarang ikan bakar. Namun telah diselingi dengan berbagai bumbu khas Pasaman Barat, tidak pedas namun gurih dilidah serta ditambah dengan samba lado hijau tentunya sangat menggugah selera siapa saja yang dapat mencicipinya.
Menikmati santapan ala Pantai Sasak ikan bakar disertai dengan nasi dan sayur akan membuat siapa saja betah berlama-lama di pantai tersebut. Sembari duduk dengan hembusan angin sepoi-sepoi tentunya menjadi pilihan yang tepat untuk berlibur. Dapat dipastikan bagi siapa saja pengunjung yang untuk pertama kali menginjakan kaki pantai Sasak akan mendapatkan sebuah kesan manis dan tak akan terlupakan. Sebuah pantai yang indah dan masyarakat yang ramah akan menjadi ciri khas pantai Sasak. Kesan pertama yang begitu menggoda dan selanjutnya terserah anda kalau tidak dihantui rasa penasaran jika tidak mengunjungi pantai Sasak.

3. Ikan larangan dan Surau Lubuak Landua


     Lubuak Landua satu jorong di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasbar, berjarak 10 Km dari Kota Simpang Empat atau empat jam perjalanan dari Kota Padang.
Jorong ini terletak di kaki Gunung Pasaman, satu desa asri dan berhawa sejuk dengan ketinggian 300 meter dari permukaan laut.
Pada kawasan wisata ini terdapat satu masjid tua yang usianya lebih dari 55 tahun.
Objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan untuk berziarah ke makam Buya Lubuak Landua. Pada makam Buya tersebut terdapat air dengan wadah kulit kerang yang dipercaya dapat membuka hati dan menerangi jiwa yang diselimuti masalah, dengan jalan meneteskannya ke mata dan meminumnya.
Selain itu ada juga warga yang datang beribadah melakukan suluak yakni beribadah kepada Allah dengan cara mengurung diri pada tempat berukuran kecil dan tertutup kain sehingga mendapat petunjuk.
Objek yang menarik kunjungan wisatawan ke daerah lainnya yakni ikan larangan yang berada di sungai Batang Luan, yang mengalir di tepi surau Lubuak Landua. Ikan-ikan ini telah berusia ratusan tahun sama usianya dengan surau Lubuak Landua.
Ikan larangan atau dikenal dengan nama gariang itu dipelihara masyarakat dan hanya boleh diberi makan dan tidak dibenarkan ditangkap warga yang datang berkunjung.
Warga Sungai Aur Pasaman Barat mengaku sengaja datang berkunjung ke objek wisata religi ini untuk beribadah sambil mengobati keluarganya yang sakit.

Wisataku Kalimantan Selatan (KALSEL)

     Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi dengan ibukotanya Banjarmasin , dan mempunyai banyak sekali obyek wisata antara lain Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak Obyek wisata Kalimantan Selatan  yang sangat terkenal yaitu Wisata Alam Pulau Kembang.


1.    Air Terjun Bajuin

     Lokasinya … km dari Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Kalsel. Dari Banjarmasin ke Kota Pelaihari selanjutnya ke poros jalan menuju Batulicin & Kotabaru (disepanjang jalan ini akan dilewati objek wisata Pantai Swarangan, Pantai Pagatan, Sungai Kusan dll).
     Kiri kanan jalan menuju air terjun banyak terdapat perbukitan besar mirip gunung. Warnanya yang hijau keliatan cantik berpadu dengan menguningnya persawahan disekitarnya.
Tepat sebelum masuk kawasan Air Terjun Bajuin, ada simpang 2.Kalo ke kiri Air Terjun Bajuin & kalo ke kanan menuju Wisata Alam Goa Marmer
      Dalam perjalanan menuju air terjun ditemukan bebatuan besar , tempat bagus untuk melihat  pemandangan bukit-bukit lain yang menghijau.Kayaknya bikin villa disini seru juga.

Batu ini seakan-akan jatuh dari langit.Memisah sendiri dr batu raksasa dibawahnya.
Dikawasan ini ditemukan 3 buah air terjun dengan ketinggian yang berbeda-beda. Air terjun yang paling tinggi lebih bagus dari pd air terjun dibawahnya.Untuk menuju air terjun tertinggi perlu pengalaman tracking .
Air terjun tingkat pertama. Airnya sangat jernih & adem. Banyak batu-batu besar berserakan menambah pesona alam sekitarnya.
     Di kawasan ini juga terdapat Telaga Alam Batuah.Letaknya sangat dekat dengan area parkir mobil. Jadi bagi mereka yang ogah mendaki keatas, bisa mandi atau sekedar foto-foto di telaga ini.Disini banyak batu-batu besar yang dialiri air sungai yang jernih.



2.    Cagar Alam Pulau Kaget 

    Pulau Kaget adalah sebuah delta yang terletak di tengah-tengah sungai Barito termasuk dalam wilayah  Tabunganen, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Pulau Kaget terletak dekat muara sungai Barito.
bakantan wikipediaPulau Kaget ditetapkan sebagai cagar alam dengan luas 85 Ha. Banyak ditemukan pohon rambai padi yang merupakan sumber makanan bagi bekantan (Nasalis Larvatus). Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan.
Pulau Kaget merupakan habitat bagi kera hidung panjang (bekantan) dan beberapa jenis burung. Kawasan pulau Kaget juga merupakan salah satu obyek wisata yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Barito Kuala.   




3.    Desa Barambai

    Desa Barambai sekilas mirip Bali. karena Desa Barambai dihuni oleh sebagian besar penduduk keturunan Bali.Yang  juga beragama Hindu Bali. Mereka secara turun temurun menetap di desa yang berjarak sekitar 2,5 jam dari Banjarmasin tersebut.
Pura Agung di Barambai
    kehidupan mereka pun kurang lebihnya berbudaya adat Bali. Seperti penamaan keturunan  , setiap halaman rumah pun dilengkapi dengan ukiran dari batu atau kayu sebagai alat untuk menaruh perlengkapan ibadah.
Benda yang selalu ada di tiap rumah di Barambai
     Di Barambai juga memiliki pura besar yang bernama Pura Agung Widya Natha. Disini menjadi sentral peribadatan umat Hindu Bali yang ada di salah satu desa di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel tersebut.
Penduduk disini rata-rata menggantungkan hidupnya sebagai petani. Mereka berdampingan secara damai dengan warga Suku Banjar, Jawa dll.
Desa Barambai pernah menjadi bahan perbincangan yang hangat  dengan munculnya Lumpur Barambai  .Lumpur Barambai merupakan fenomena alam yang sangat aneh.Dimana lumpur dingin keluar dari perut bumi secara terus menerus.Seperti air mendidih yang menggelembung.
Lumpur Barambai
Dulunya lumpur ini masih sangat kecil.Muncul di halaman rumah salah satu warga setempat. Lama kelamaan kubangan lumpur semakin membesar.Sehingga rumah yang ada disekitarnya dibongkar total.
Saat awal kejadian, lumpur ini banyak dikunjungi oleh warga Kalsel.Bahkan turis dari China.
Lumpur mirip kopi susu ini mengandung gas metana, emas hitam alias batubara .



4.     Pantai Batakan

     Pantai Batakan merupakan obyek wisata bahari yang terpadu dengan panorama alam pegunungan pantai yang terletak di kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, sekitar 125 kilometer arah timur dari Kota Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan).
pantai-batakan-2 asinamuramultiply 
Untuk mencapai lokasi Pantai Batakan, dari Kota Banjarmasin relatif mudah karena kondisi jalannya cukup baik ,berkelak-kelok dan turun-naik serta menyajikan pemandangan alam yang indah berupa barisan perbukitan yang menghijau, hamparan persawahan yang menguning, serta perkampungan nelayan yang berada di tepi pantai.
Sebelah timurnya terdapat perbukitan pinus yang menjadi bagian dari Pegunungan Meratus. Di pantai ini pengunjung dapat mengelilingi pantai sambil menggunakan kuda sewaan, bersantai di bawah pohon cemara sambil menikmati keindahan pantai, atau menyaksikan panorama alam terutama saat matahari akan terbenam (sunset).
Di lepas pantai Batakan dapat kita jumpai Pulau Datu yang merupakan obyek wisata ziarah makam.Berkunjung ke Pulau Datu yang letaknya tidak berapa jauh di depan Pantai Batakan. Di pulau ini terdapat sebuah obyek wisata religius yaitu makam Datu Pamulutan.
Fasilitas khas tempat rekreasi Pantai Batakan, seperti kamar mandi untuk bilas, rumah ibadah (masjid), panggung hiburan, cottage, restourant, penginapan, playground, hingga areal parkir kendaraan yang cukup luas.



5.    Pantai Pagatan

Pantai pagatan tergolong istimewa,karena memiliki panorama laut biru,deburan ombak yg relatif kecil,pohon kelapa yg melambai-lambai.dan angin laut yang bertiup sepoi – sepoi.
Resize of pantai pagatan 
    Selain itu yang membedakan Pantai Pagatan dengan pantai – pantai yang lain adalah adanya acara ritual khas nelayan keturunan Bugis di kawasan sekitar pantai Pagatan yang biasa di sebut Pesta Laut (Maccera Tasi) . Pesta Laut di laksanakan pada pertengahan bulan April. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas sebagai limpahan hasil laut dan sekaligus memohon perlindungan selama nelayan berada di laut waktu sedang bekerja. Puncak acara yang lebih di kenal dengan “Pesta Laut” ini adalah melabuhkan sesajen yang sebelumnya telah di bacakan sejenis mantra ke tengah laut. Biasanya acara ini juga di meriahkan dengan adanya atraksi musik dan tarian2 tradisional.
Pantai Pagatan yang terletak pada Kecamatan Kusam Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Waktu tempuh + 8 jam dari Banjarmasin.Dari Banjarmasin  jurusan Batulicin.Pantai ini sangat mudah ditemui, di tepi Jalan Trans Kalimantan poros selatan. Jika ingin long stay, anda bisa menginap di Resort atau  memilih salah satu losmen murah meriah di Kota Pagatan
    Kabupaten Tanah Bumbu ,pada zaman dahulu daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pala dan rempah-rempah di Indonesia. Konon, pusatnya waktu itu adalah daerah di sekitar Batulicin dan Pagatan. Dewasa ini, kabupaten yang persis terletak di ujung tenggara Pulau Kalimantan ini terkenal dengan hasil tambangnya, terutama batu bara. Namun, sesungguhnya terdapat satu asosiasi lagi bila orang menyebut Tanah Bumbu, yaitu tempat wisata pantai yang eksotik karena di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru ini memiliki garis pantai sekitar 200 kilometer. Pada umumnya, pantai-pantai di Kabupaten Tanah Bumbu berada dalam wilayah Kecamatan Kusam Hilir. Pantai Pagatan, Pantai Tanjung Petang, Pantai Pulau Salak, dan Pantai Rindu Alam adalah di antara obyek wisata alam yang terkenal di kabupaten ini.
 




6.    Keindahan Pulau Haur

    sebuah pulau kecil yang indah.Letaknya tidak jauh dari Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru Kalsel.
Dalam bahasa Banjar (Kalsel) Haur berarti sibuk/repot.Tapi di Pulau Haur tidak ada kesibukan .Pulau Haur hanyalah sebuah pulau kecil ditengah lautan lepas yang tidak berpenghuni. Praktis, disana tidak ditemukan satu buah pun bangunan rumah. Benar-benar belum terjamah oleh manusia.
petualangan di pantai ataupun pulau, benar-benar menikmati suasana yang disajikan oleh Pulau Haur. Mulai dari pantai berpasir putih, debur ombak yang gak pernah berhenti, air laut yang cukup bening serta pemandangan bukit karang di sekitar nya.     Untuk menuju Pulau Haur,dapat menyewa sebuah perahu nelayan milik warga di desa Sekapung, Pulau Sebuku.Dari desa Sekapung menuju Pulau Haur hanya diperlukan sekitar 30 menit perjalanan laut. dengan Biaya sebesar Rp 50 ribu saja.
DiPulau ini  tidak hanya menikmati segar nya air laut saja, tapi juga dapat menikmati indah nya pemandangan  matahari terbenam .
     Di pulau yang juga memiliki gua , tidak ada penginapan. Bagi yang mau berkunjung cukup pulang pergi dalam sehari saja. Akses terdekat untuk menuju pulau ini adalah desa Sekapung.
Desa Sekapung dapat anda temui melalu dua cara, yakni dengan menaiki speed boat langsung menuju Sekapung dari pelabuhan Kotabaru atau menumpang speed boat jurusan desa Sungai Bali, ibukota kecamatan Pulau Sebuku.
Satu-satu nya cara untuk mengatasi soal tempat menginap adalah dengan cara menumpang di rumah penduduk.
 



 

 



7.    Pulau Kembang

    Pulau Kembang adalah sebuah delta yang terletak di tengah sungai Barito yang termasuk di dalam wilayah kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, provinsi Kalimantan Selatan merupakan habitat bagi kera ekor panjang
P Kembang Barito Utara
Pulau Kembang terletak di sebelah barat Kota Banjarmasin. Pulau Kembang ditetapkan sebagai hutan wisata
P Kembang Barito utara1
Pulau Kembang merupakan habitat bagi kera ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis burung. Kawasan pulau Kembang juga merupakan salah satu obyek wisata yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Barito Kuala.
Di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat altar yang diperuntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi ” penjaga” pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (Hanoman), oleh masyarakat dari etnis Tionghoa-Indonesia yang mempunyai kaul atau nazar tertentu.
Seekor kambing jantan yang tanduknya dilapisi emas biasanya dilepaskan ke dalam hutan pulau Kembang apabila sebuah permohonan berhasil atau terkabul
P Kembang Barito Utara 4
Menurut ceita, pulau Kembang berasal dari kapal Inggris yang dihancurkan oleh orang Biaju pada tahun 1750-an atas perintah Sultan Banjar. Puing-puing bekas kapal tersebut lambat laun ditumbuhi pepohonan dan berubah menjadi sebuah pulau yang kemudian didiami sekelompok kera. Orang-orang desa yang berada di sekitar pulau baru ini menganggap bahwa kera-kera tersebut merupakan penjelmaan yang memakai sarungan kera. Kelompok kera tersebut dipimpin oleh seekor kera yang sangat besar berwarna putih
Kera-kera di kawasan  ini yang berjumlah ribuan, sangat akrab dengan para pengunjung. Biasanya ketika para wisatawan datang berkunjung, kera-kera tersebut banyak yang menunggu di dermaga, menunggu para wisatawan memberi mereka makanan seperti pisang, kacang, dan sebagainya
Kawasan ini berjarak sekitar 1,5 km dari Kota Banjarmasin dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu klotok sewaan , Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi sekitar 15 menit dari Kota Banjarmasin

 

 

 

8.    Wisata Waduk Riam Kanan

    Kemolekan wajah Nusantara di Kalimantan selatan. Tepatnya di Desa Aranio Kabupaten Banjar di Waduk Riam Kanan.
    Dari Banjarmasin ke kota Banjarbaru menuju desa Aranio sekitar 25 kilometer.
Bukit-bukit terjal di kiri kanan jalan menambah cantik pemandangan. Hamparan sawah yang menghijau serta perkampungan penduduk desa yang terlihat bersahaja semakin memanjakan mata yang bosan dengan kehidupan perkotaan.Sesekali menemui jalanan sepi yang meliuk-liuk di bawah pepohonan di pinggir jalan. Sungguh sensasi dan nikmat
Tiba di Riam Kanan kami harus membayar uang masuk .Sangat murah bila dibanding dengan apa yang akan didapatkan  nantinya. disekitar tempat parkir kendaraan, apat ditemui  tempat penjualan ikan hasil budidaya masyarakat sekitar. Di Banjarmasin ikan puyau dijual dengan harga dua kali lipat dengan harga disini . Benar-benar murah dan jauh lebih segar.
Pelabuhan / dermaga yang disana banyak ditemui kapal (klotok) berukuran sedang.Dengan klotok itulah mereka akan menikmati pesona Riam Kanan. Harga sewa yang harus kami bayar adalah Rp 100 ribu. untuk  tujuan  Pulau Pinus kedua (lebih jauh dari Pulau Pinus pertama).
Saat diatas klotok melaju itulah pesona Riam Kanan benar-benar eksotis. Hamparan air waduk yang menghijau, perbukitan yang asri, langit yang membiru serta puluhan rumah terapung adalah paket yang ditawarkan Riam Kanan yang bisa dilihat dari dalam klotok.
Sesekali sampan kecil bermesin terlihat melaju diatas luasnya waduk Riam Kanan.Biasanya mereka membawa ikan hasil tangkapan untuk dijual ke pasar. Betapa nikmatnya kehidupan mereka, karena tinggal di tempat yang masih sangat alami.
     perjalanan sekitar 30 menit menuju Pulau Pinus kedua . Menjelajah tiap sudut menarik yang ada disana. Jembatan panjang yang membelah waduk adalah salah satu objek yang berhasil menarik perhatian .Objek menarik lainnya adalah rimbunnya ratusan pohon pinus yang menjulang tinggi di tengah waduk.

 

 

Indahnya wisata Kalimantan Barat (KALBAR)

1. Tugu Khatulistiwa

Tugu Katulistiwa
    Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.
Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.
    Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung.
Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indiƫ : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak
    Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

2. Pantai Pasir Panjang

pantai pasir panjang


     Pantai Pasir Panjang telah lama menjadi tempat rekreasi yang terkenal, menghadap ke laut Natuna serta beberapa pulau kecil di sekitarnya, antara lain pulau Lemukutan, pulau Kabung dan Pulau Randayan. Perahu-perahu kecil dan speed boat dapat disewa di sini untuk menuju ke pulau-pulau tersebut.Sebagai sebuah tempat rekreasi, obyek wisata ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang serta di sekitar pantai telah banyak hotel, cottage, toko-toko, diskotik dan fasilitas-fasilitas lainnya tersedia bagi wisatawan. Tempat ini sangat cocok bagi orang-orang yang menyukai olahraga renang, memancing, menyelam dan ski air atau berselancar. Pantai Pasir Panjang berada di Kecamatan Tujuhbelas, hanya 17 km dari pusat kota Singkawang. Kondisi jalan masuk telah beraspal dan dapat dilewati oleh kendaraan roda empat. Sarana transportasi dari dan ke Pasir Panjang berupa kendaraan umum, taksi, minibus maupun kendaraan pribadi. Hamparan pasir putih dan bebatuan yang memanjang disertai hembusan angin dan deburan ombak yang aman sebagai kawasan pemandian, suasana Pasir Panjang akan terasa pada saat matahari terbit dan tenggelam di cakrawala. Dengan ditemani deretan Gunung Besi dan pepohonan yang menaunginya semakin menambah keelokan dan kekhasan wilayah wisata ini. Fasilitas yang lengkap dan nyaman dapat anda rasakan saat berwisata atau berlibur ke pantai Pasir Panjang ini. Mulai penginapan, kolam renang keluarga, tempat bermain anak-anak, warung-warung makan hingga fasilitas olahraga seperti motorcross, road race dan gokart. Anda dapat pula memancing langsung ke kawasan laut.

3. Sinka Island Park

http://3.bp.blogspot.com/-bjlWAUq07NI/TvnKPstUqCI/AAAAAAAAAKs/RgxrcHa8xJc/s640/singkawangasetwisata.jpg 

    Salah satu tujuan wisata baru di Singkawang terletak di kawasan wisata Teluk Karang/Teluk Ma’jantuh. Terletak sebelah selatan kota Singkawang 8 km sebelum memasuki kota ini. Dari pinggir jalan raya Pontianak – Singkawang berjarak 3 km. Merupakan objek wisata masa depan yang menawarkan fasilitas hiburan modern dan alami, kawasan wisata tepi pantai ini menyajikan pemandangan pantai dan hiburan lainnya untuk keluarga yang ditopang dengan berbagai fasilitasnya, seperti delman maupun kuda bagi pengunjung yang dapat disewa untuk mengelilingi taman rekreasi ini. Selain itu pengelola menyediakan kolam renang, kantin dan fasilitas lainnya.

4. Kebun Binatang  Sinka Zoo

http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/Sinka-Zoo.jpg


     Sinka Zoo terletak di sebelah kawasan Sinka Island Park, tepatnya di sebelah selatan dengan jarak 500 meter setelah memasuki Sinka Island Park. Keunikan kebun binatang ini terletak diberbagai penjuru mengelilingi gunung dan nampak keindahan laut dari atas gunung tersebut yang menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, taman rekreasi ini juga memiliki mobil pembawa para wisatawan untuk mengelilingi gunung Bajau. Dari atas gunung ini kita dapat menyaksikan keindahan kota singkawang dengan jelas.

5. Taman Bukit Bougenville

http://4.bp.blogspot.com/_Kt_v0ny3vbc/TLp6w-kEvHI/AAAAAAAAAH8/CzLAmv8jFTQ/s320/bougenville.jpg

     Merupakan taman bunga yang terletak di sebelah selatan, tepatnya di Desa Sijangkung dan berjarak ± 6 km dari kota Singkawang. Posisinya terletak di kaki bukit berlatar belakang Gunung Pasi dan dikelilingi areal hutan dan perkebunan. Taman ini memiliki luas 1,5 ha, walaupun bunga Bougenville yang menjadi tampilan utama, namun terdapat pula beragam bunga-bunga lainnya dan penataan taman yang asri untuk dapat dinikmati keluarga dan muda-mudi. Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung relatif telah memberikan kesan “kenyamanan” untuk dinikmati, mulai dari sarana publik seperti tempat parkir, musholla, pondok-pondok tempat bersantai, rest room, cafetaria, kolam renang mini untuk anak-anak hingga hutan homogen yang dinamakan “Area Super Sejuk” dan dapat digunakan untuk area fotografi pengantin, alam dan sebagainya. Dilengkapi keramahan yang menyapa anda dari tiap ruang hingga sajian menu sesuai selera. Datang dan biarkan mata serta jiwa anda menikmati indahnya panorama alam di Taman Bukit Bougenville.

6 . Air Terjun Riam Merasap

http://4.bp.blogspot.com/_6BVvLvNy9Vs/SnWNOFbY-qI/AAAAAAAAACY/-B3S0sOuPRQ/s320/Riam+Merasap.JPG 

    Di sepanjang perbatasan Kabupaten Sambas dengan Negeri Serawak, terdapat banyak air terjun dan riam yang sebagian besar masih sangat alami karena masih belum tersentuh tangan manusia. Salah satunya yang cukup dekat dengan ibukota Kecamatan Sajingan Besar adalah Air Terjun/Riam Merasap yang merupakan hulu dari Sungai Sajingan. Disebut Riam Merasap karena air yang deras dari riam ini menimbulkan kabut dingin dari percikan air, karena itulah penduduk sekitarnya menamakan riam ini dengan nama Riam Merasap.
     ODTW ini masih alami dan mempunyai nilai jual yang tinggi bagi menarik para wisatawan. Air terjun setinggi 20 meter, dengan air yang jernih ditambah panorama keindahan alam ekosistem hutan hujan tropis dan ditumbuhi habitat pohon belian yang masih sangat alami. Keunikan Riam Merasap, yaitu; setelah menemukan air terjun/riam ini, dengan hanya menyusuri aliran riam wisatawan akan menemukan satu buah riam lagi dengan ketinggian 8 meter, yang disebut ; Riam Naik Kubik.

7. Pulau Randayan

[zzzPantai+pulau+randayan2.jpg]


      Pulau kecil ini dikenal akan keindahan panorama batu-batu karang, berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut sekitarnya. Tersedia villa-villa kecil menghadap ke laut indah nan menghijau. Memakan waktu 2 jam dengan mengendarai speed boat dari Pantai Pasir Panjang.

8. Taman Nasional Gunung Palung

     Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sekitar 30 menit penerbangan dari Pontianak. Luas taman nasional ini adalah 90.000 hektar, yang terbentang di Kecamatan Matan Hilir Utara, Sukadana, Simpang Hilir, Nanga Tayap, dan Sandai.
    TNGP mempunyai ekosistem yang dikatakan sebagai yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. Di kawasannya terdapat Gunung Palung yang mempunyai ketinggian 1.116 meter. Selain itu, TNGP juga adalah habitat bagi sekira 2.200 ekor orangutan. Bekantan adalah mamalia dengan jumlah terbesar di TNGP.

9. Museum Dara Juanti Sintang
dara juanti 

    Sebagai salah satu peninggalan sejarah di Kota Sintang, Istana Al Mukarramah yang sekarang ini menjadi Museum Dara Juanti, menyimpan banyak cerita. Istana yang terletak tidak jauh dari Pusat Kota itu tepatnya di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, menyimpan banyak bukti rekam jejak peradaban Sintang masa lalu.

10. Istana Kesultanan Kadariah Pontianak

 

    Istana Kesultanan Kadariah Pontianak merupakan istana peningalan masa kerajan Kadariah yang terletak di pusat kota pontianak dan di tepi sungai kapuas letaknya di tepi sungai kapuas menjadikan tempat ini sangat nayamn jika di kunjungi sore hari sekedar menghabiskan waktu sore kata orang pontianak jika kamu ke kota pontianak belum ke kraton ini maka kamu di katakn belum sampai ke kota pontianak.
Sebenarnya masih banyak tempat wisata yang ada di Kalimantan barat silahkan kamu telusuri satu satu semuanya selamat jalan jalan
 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA(THANK'S FOR YOUR VISIT)