WELCOME IN MY ADVENTURE

WELCOME IN MY BLOG

Judul

Sabtu, 04 Mei 2013

Objek Wisata Di Labuhan Batu Selatan


Pantai Marsonja Yang Menawan di Sei Kanan

 Pantai Marsonja di Desa Sampean, Kecamatan sei Kanan, Labuhanbatu Selatan
    Pantai Marsonja bukanlah hamaparan pasir putih di tepi pantai, melainkan jajaran batu kerikil yang membentang membentuk pantai. Lokasi wisata ini terletak di sungai Marsonja, Desa Sampean, Kecamatan Sei Kanan. Sungai Marsonja merupakan aliran sungai Kanan yang muaranya di sungai Barumun.
Selain airnya yang jernih, pantai Marsonja memang memiliki panorama yang cukup indah. Bebatuan alaminya tertata rapi, hutan karet di sekitarnya juga asri, demikian juga udaranya terasa begitu bersih. Mendengarkan suara air mengalir di antara bebatuan jadi salah satu kenikmatan berkunjung ke lokasi wisata ini.
Di samping kiri dan kanannya adalah perbukitan yang masih rindang, membuat sungai ini berhawa sejuk. Di sungainya mengalir air yang jernih, dan terdapat banyak lubuk-lubuk untuk pengunjung mandi dan bermain air. Airnya tidak begitu deras, jadi tidak akan menghanyutkan dan memungkinkan anak-anak kecil pun dengan riang mandi-mandi di sana. Meski tidak deras, air sungai Marsonja tetap mengalir lancar menuju muara.
     Karena memang sudah jadi tempat wisata, warga desa sudah menyediakan jalan untuk mencapai lokasi tersebut. Namunm untuk mencapainya, pengunjung harus tabah melewati jalanan berlubang dan terjal. Dari bagian atas sebelum sampai ke sungai, kelihatan sungai Marsonja membentang seperti ular sedang meliuk dari utara ke selatan. Di samping kanan dan kirinya terdapat sejumlah pondok yang didirikan baik untuk peristirahatan sementara, maupun rumah penduduk setempat.



Pandayangan Potensi Wisata Labusel

Wisata Alam Sampuran

    Pandayangan Indah terletak lebih kurang 25 kilometer di Barat Daya Labusel. Mengunjungi tempat ini dapat ditempuh selama 54 menit dari Kotapinang menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya. Sayangnya, kawasan wisata yang terletak di Dusun Pandayangan, Desa Ulu Mahuam, Kec. Silangkitang ini tidak didukung fasilitas infrastruktur memadai, sehingga perjalanan terasa melelahkan.
Meski demikian, objek wisata ini tetap diminati wisatawan domestik. Umumnya, wisatawan domestik yang berkunjung didominasi oleh anak-anak sekolah, remaja, dan keluarga. Mereka datang untuk menikmati keindahan kawasan wisata ini.
     Letihnya perjalanan menuju objek wisata alam Pandayangan Indah seakan terbayar begitu menginjakkan kaki di tempat ini. Hamparan sungai memanjakan mata untuk menikmati segarnya suasana alam yang terhampar dengan hingarnya suara air terjun yang mengaliri bebatuan. Berkunjung ke Sampuran dapat ditempuh melalui dua jalur. Pertama, masuk melalui Desa Sigambal, Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Rantauprapat. Jalur lainnya yakni melalui perkebunan Normark. Pelataran parkir cukup luas bagi sepeda motor dan kendaraan roda empat pribadi.
Di lokasi ini, Anda dapat menikmati atraksi wisata mandi. Sambil membuang lelah selama perjalanan, Anda juga dapat menikmati airnya yang jernih. Atraksi ini umumnya digemari oleh kalangan anak-anak.
Selain wisata mandi, pengunjung yang ingin sekadar duduk menikmati keindahan sungai dapat mencoba memancing di sejumlah kolam buatan yang ada di lokasi wisata ini atau pilih melempar kail dari tepi sungai. Sambil duduk di atas batu, Anda bisa mencoba peruntungan mendapatkan ikan atau sekadar bercanda tawa dengan teman atau keluarga. Di sini juga, pengunjung dapat menikmati beragam makanan yang serasa spesial, selain nikmat di lidah dan murah. Namun sayangnya kawasan ini belum mulai berbenah dan ditata lebih rapi. Padahal jika dikelola dengan baik, lokasi wisata ini cukup potensial menjadi objek wisata alam andalan bagi Kabupaten Labusel. “Sangat menyenangkan bisa menikmati nuansa alami sambil mandi-mandi. Air terjunnya sejuk. Bisa bermain air dan foto-foto. Tapi saying lokasinya kurang terawatt jadi kurang menarik,” kata salah seorang pengunjung, Suwarni, 28, warga Kotapinang yang ditemui Waspada di tempat tersebut.
      Salah seorang panitia lokasi wisata, Hasan Yakub mengatakan, lokasi wisata itu sudah mulai dikelola masyarakat sejak tahun 1987. Awalnya objek wisata ini dikenal dengan nama Sampuran. Nama itu merupakan sebutan untuk air terjun. “Di sinikan terdapat air terjun, istilah Batak menyebutnya Sampuran,” katanya.
Dia menyebutkan, lokasi wisata ini selalu dipadati pengunjung pada saat musim liburan khususnya pada perayaan idul fitri, tahun baru, dan 17 Agustus. Namun khusus menjelang Ramadan, lokasi wisata ini dipergunakan sebagai tempat marpangir. “Biasanya kalau Ramadan warga datang bawa kembang dan air pangir dan dimandikan di sini,” katanya.
Untuk menikmati keindahan alam Sampuran yang memiliki luas 8 hektare ini tidaklah mahal, pengunjung hanya dibebankan biaya tiket masuk seharga Rp5000 per orang pada hari biasa dan Rp10 ribu pada hari libur. Dana yang terkumpul dari penjualan tiket tersebut digunakan untuk membayar kebersihan dan pemeliharaan sungai, dan sisanya untuk honor pengelola dan panitia lokasi wisata. “Lokasi wisata ini sebenarnya milik pribadi. Namun pemilik lokasi melibatkan warga untuk bersama mengelolanya,” katanya.
Dijelaskan, keunikan lokasi wisata ini adalah batu menyerupai wujud manusia yang diyakini sebagai patung seorang pertapa di tengah air terjun. Menurut mitos yang diyakini warga setempat, pertapa tersebut menjadi batu karena melanggar titah sang guru saat melakukan pertapaan. “Percaya nggak percaya masyarakat tetap tertarik melihatnya,” katanya.
Disebutkan, pada era 1988 hingga 1990-an di sungai itu masih sering muncul buaya. Namun kini buaya-buaya itu sudah punah. “Kalau sekarang biawak yang banyak di daerah ini. Pemilik areal berkeinginan menjadikan biawak-biawak liar ini menjadi bagian objek wisata,” katanya. (*)


Waterpark Pesona Cikampak’ Pilihan Wisata Air Warga Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

'Waterpark Pesona Cikampak'

     Memasuki kawasan wahana hiburan yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Utara-Riau (Samping kantor PM Cikampak), Kecamatan Torgamba, Labusel ini, Anda akan dikenakan biaya parkir Rp2 ribu untuk roda dua dan Rp4 ribu untuk mobil. Biaya masuknya pun terbilang ekonomis yakni Rp10 ribu per orang. Eits tunggu dulu, untuk anak yang berusia di bawah tiga tahun, pihak panitia tidak membebankan biaya masuk alias gratis.
    Dengan tarif yang terbilang murah itu, ‘Waterpark Pesona Cikampak’ dilengkapi dengan aneka fasilitas wahana air, seperti Kidd Pool  untuk anak-anak, beragam seluncuran, kolam dengan disain berliku, serta fasilitas lainya. Anda juga akan dipuaskan dengan pelaynan pihak pengelola yang ramah dan profesional.
Water Park yang dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare ini, saat ini sudah dapat digunakan. Selain dapat menikmati bermain air, pengunjung juga bisa berpetualangan bersama di atas water castle, kolam renang ini memiliki pemandangan yang sangat mempesona.sehingga suasana jadi sangat menyenangkan.
    Permainaan yang disajikan di antaranya, Slide (permainan meluncur bisa 4-5 orang), Bucket (ember di dalamnya berisi air), Ecstatic Tower (meluncur dari ketinggian), Water Castle dan kolam untuk anak yang di desain mengelilingi kolam utama. Selain fasilatas kolam renang, di tempat ini juga disediakan fasilitas pengunjung lainnya seperti keamanan dan pelayanan umum pengunjung.
Kebanyakan berenang tentunya akan membuat perut terasa lapar. Hmmm! Jangan khawatir, di tempat ini juga disajikan beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga kelas berat seperti nasi goreng, mie goreng dan sebagainya. Sedangkan minuman, di tempat ini juga tersedia beragam minuman ringan kemasan. Selain rasanya enak, harganya pun murah.
Untuk dapat merasakan keindahan dan pesona yang dimilikinya, wahana air ini dibuka setiap hari mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Hmmm! nggak sabarkan untuk segera menikmatinya. Makanya, buruan ke ‘Waterpark Pesona Cikampak’. (*)

 

Tour Kebun Sawit di Labuhanbatu Selatan

 Potensi Agrowisata Kebun Kelapa Sawit

    SATU lagi potensi wisata yang dapat dikembangkan oleh Pemkab Labuhanbatu Selatan untuk mendongkrak PAD dari sektor wisata, yakni agrowisata di kebun kelapa sawit. Kabupaten Labuhanbatu Selatan terkenal dengan perkebunan kelapa sawitnya yang luas.
    Hampir di seluruh daerah di kabupaten ini terdapat perkebunan kelapa sawit, baik itu perkebunan milik perusahaan maupun milik masyarakat. Di antara perkebunan tersebut sesekali terlihat perkebunan karet dan kebun-kebun kecil lainnya. Ini tentu jadi pemandangan tersedniri bagi masyarakat untuk menikmati suasanya.
Anda tentu kenal dengan kelapa sawit. Namanya kondang sebagai jenis komoditi pertanian khas di Labuhanbatu Selatan. Kini saatnya Anda berkunjung langsung ke kebun sawit di Labusel. Untuk menikmati suasana perkebunan sawit tidaklah sulit, sebab umumnya perkebunan tersebut terletak di tepi jalan.
Melewati Jalan Lintas Sumatera mulai dari Desa Parlabian, Kecamatan Kampung Rakyat hingga Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba maupun Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Hamparan kebun sawit di sisi kiri dan kanan jalan membuat suasana berbeda. Apalagi menyaksikan kebun sawit milik perusahaan perkebunan, biasanya mereka merawat dan memelihara lingkungan perkebunannya sehingga terlihat bersih, asri, dan cantik.
     Pada pagi hari di perkebunan tersebut terlihat aktifitas petani sedang mendodos (memanen) buah sawit, atau ada yang sekadar membersihkan areal perkebunannya. Di sela-sela perkebunan tersebut terlihat sejumlah warga duduk santai di bawah pepohonan sawit yang rindang.
Dalam 12 tahun terakhir, perkembangan perkebunan sawit terbilang luar biasa. Bahkan jumlah perusahaan perkebunan sawit di daerah ini cukup banyak. Hal ini tentunya potensi agrowisata yang dapat dikembangkan pemerintah setempat. Agrowisata ini harusnya dapat dikelola pemerintah desa atau kecamatan sehingga jadi potensi wisata yang baik.
     Didalam kebun-kebun tersebut, pengunjung bisa belajar memanen buah sawit atau sekadar menikmati suasanya dengan berkeliling menggunakan sepeda. Ini tentu cukup berkembang sebab buah ini tidak mengenal musim. Sejak berumur lima tahun, pohon sawit akan terus berbuah sepanjang bulan, sepanjang tahun. Jadi, kapan pun Anda datang ke sini, buah sawit selalu tersedia. (*)


Pusat Latihan Gajah di Aek Raso

Pusat Pelatihan Gajah di Aek Raso

      PUSAT pelatihan gajah atau Taman Wisata Holiday resort di Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan merupakan satu objek wisata andalan di Labuhanbatu Selatan. Kawasan wisata dan penangkaran Gajah Sumatera ini berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 695/Kpts-II/1990 tanggal 27 Nopember 1990 dengan luas 4.963,75 Ha.
Secara geografis Taman Wisata Holiday Resort terletak pada 137′-140 Lintang Utara dan 10015’50″-10012’30″ Bujur Timur. Sedangkan secara administratif termasuk Desa Persiapan Aek Raso. Konfigurasi lapangan Taman Wisata Holiday Resort di bagian Utara bergelombang sampai berbukit ringan dan bagian Selatan relatif datar. terdapat daerah genangan berupa rawa-rawa atau air payau, yaitu di bagian tengah dan Selatan,
dengan ketinggian antara 100 – 160 m dari permukaan laut.
Mencapai lokasi ini tidaklah begitu sulit, meskipun jalur yang dilintasi ke kawasan tersebut cukup rusak. Untuk memncapai lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi sejauh lebih kurang 390 km selama 9 jam dengan rute perjalanan Medan – Rantau Prapat – Kota Pinang – Cikampek – Aek Raso. Hanya saja kalau menggunakan kendaraan umum tidak dapat langsung ke tujuan melainkan
harus bersambung-sambung.
      Sebelumnya kawasan hutan Holiday Resort termasuk dalam Register 2/ Kp. Torgamba dengan fungsi Hutan Produksi. Kemudian sebagian dari kawasan tersebut telah dikonversi menjadi areal perkebunan. Untuk menyelamatkan keberadaan sebahagian dari kawasan tersebut, pada tanggal 27 Nopember 1990 Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan No. 695/Kpts-II/1990 yang menetapkan peralihan fungsi menjadi Taman Wisata Holiday Resort.
Kawasan ini diapit oleh perkebunan-perkebunan besar (perkebunan kelapa sawit), seperti PNP dan PT. Torganda. Didalam kawasan juga terdapat koridor yang menghubungkan lokasi perkebunan dimaksud.
Flora yang terdapat dalam kawasan ini merupakan vegetasi hutan sekunder yang terdiri dari anakan pohon asli seperti Meranti (Shoerea sp), Kapur (Dryobalanops aromatica), Jabon (Antocephalus cadamba), Sungkai (Peronema canescens), Perdu (Eupathorium sp), Bambu (Bambusa sp), Medang (Litsea sp), Laban (Vitex sp),
serta rumput- rumputan.
     Hutan ini pada musim kemarau seringkali mengalami kebakaran, yang mengacam kegiatan Reboisasi. Usaha reboisasi telah berkali-kali dilakukan dengan berbagai jenis tanaman antara lain : Eukaliptus, Kayu manis, Mahoni, Akasia, jenis-jenis buah-buahan Durian, Kemiri, Nangka dll. Dengan adanya PLG saat ini ditanaman berbagai jenis tanaman makanan gajah a.1 : Kelapa, Tebu, Rumput gajah, bambu dan Pisang dsb.
Kawasan hutan Holiday Resort, benrbentuk segitiga yang dipagari oleh kebun sawit. Namun demikian jenis fauna cukup banyak terdapat terutama jenis burung seperti Perkutut (Geopelia striata), Murai batu (Copsychus delivutia), Jalak (Acridoteres fuscus) dll. Jenis mamalia yang terdapat adalah seperti Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus vittatus), Kijang (Muntiacus muntjak), Monyet (Macaca fascicularis), Musang (Viveridae), Gajah (Elephas maximus), dsb.
Animo masyarakat terhadap lokasi wisata ini khususnya Pusat Latihan Gajah sangat besar. Pada hari-hari libur lokasi ini ramai dikunjungi masyarakat baik sekadar untuk menyaksikan gajah-gajah yang sedang beraktraksi atau bahkan ada juga yang berfoto sambil menaiki gajah.

Kota Cina di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

Kota Tua di Kotapinang, Labuhanbatu selatan

    SELAIN objek wisata alam, di Kotapinang juga memiliki arsitektur tempo dulu yang masih utuh sampai saat ini yakni bangunan pertokoan tua milik etnis Tionghoa yang berderet di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
    Kombinasi sisa-sisa bangunan kuno peninggalan Belanda yang dijumpai di kawasan ini, dengan bangunan “modern” yang desainnya hanya berkelas “ruko”, memperlihatkan perkawinan yang cukup aneh.
Menurut Hj Tengku Aznah, kawasan yang kini diberi nama Jalan Jendral Sudirman ini dulunya adalah sebuah kampung tempat persinggahan para pedagang yang datang untuk berdagang. Semua kegiatan dilakukan di sana.
     Sementara di dataran ini, merupakan tempat warga menukar hasil taninya. Saat mereka akan menukar hasil hutannya untuk dibawa ke daerah lain melalui Sungai Barumun, mereka pun harus melalui daerah itu.
Seiring waktu, berbagai etnik pun menyebar memanfaatkan wilayah ini sebagai kawasan bisnis. Termasuk di antaranya adalah etnik Tionghoa yang memiliki sejarah tersendiri memasuki wilayah Kotapinang.
Menurut sejarah, pelopor masuknya etnik Tionghoa ini, adalah seorang petinggi Belanda bernama Neinhuys yang merupakan orang pertama yang membuka perkebunan di Medan pada 1864. Sejak itulah etnik Tionghoa masuk sebagai buruh dan perlahan-lahan diberi hak berdagang oleh Belanda bila kontrak kerja mereka telah habis.
    Meskipun dulunya para etnik Tionghoa ini adalah kuli kontrak, namun mereka memutuskan untuk memperpanjang kontraknya sebagai pekerja kasar di perkebunan. Mereka juga meminta setapak tanah kepada Belanda untuk membuka kios atau warung. Kondisi itupun bertahan hingga saat ini. Sejumlah etnis Tionghoa masih menempati dan menjadikan ruko-ruko tua tersebut sebagai tempat usahanya. Keberadaan etnis Tionghoa di Kotapinang cukup erat, hal ini dibuktikan dengan adanya pemakaman khusus Tionghoa di Jl Kampung Kristen.
     Selain itu, di Kotapinang juga terdapat dua rumah peribadatan masyarakat Tionghoa yakni Vihara Avalokitesvara di Jl Pelabuhan Lama dan Vihara Maitreya di Jl Kampung Banjar II.
Sedikitnya terdapat 20-an bangunan toko tua yang masih awet dan berdiri kokoh di Kotapinang. Sampai saat ini sejumlah toko tua tersebut masih utuh seperti sedia kala, meski beberapa toko sudah diubah oleh pemiliknya. Keunikan bangunan toko-toko tersebut jadi pemandangan tersendiri tentunya bagi pencinta arsitektur kuno. (*)



Berendam di Sungai Sampuran Air Terjun yang Mulai Ditinggalkan, di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

 Sungai dan Air Terjun Sampuran di Labuhanbatu Selatan

    Banyak lokasi wisata pemandian alam di daerah Kotapinang, Labuhanbatu Selatan yang mengalirkan air sejuk dan jernih dari bebukitan, yang lantas dikelola menjadi objek wisata. Satu di antaranya adalah objek wisata pemandian alam Sampuran di Mandalasena.
Kawasan wisata pemandian alam Sampuran merupakan objek wisata alam yang berlokasi di sepanjang sungai Mampang dan sungai Mahuam di Desa Perkebunan Normark, sekitar 20 km dari Kotapinang.
Lokasi wisata ini berdekatan dengan perkebunan sawit milik PT Normark dan perkebunan sawit serta karet milik warga di sana. Air sungai yang jernih merupakan ciri khas tempat ini, ditambah dengan pemandangan yang indah dengan hutan karet yang khas.
    Menjelajahi sungai dengan menggunakan pelampung merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan para wisatawan yang datang ke tepat ini. Pemandangan hutan yang berada di sisi kira dan kanan sungai ini benar-benar menggambarkan bahwa tempat ini masih alami. Kicauan burung dan udara yang segar merupakan bagian yang tak terlupakan dari tempat ini.
Selain menyelusuri sungai, menjelajahi hutan juga merupakan kegiataan yang tidak kalah menarik. Berjalan kaki sambil menikmati suasana hutan rambung yang tenang adalah suatu petualangan yan mengasyikkan. Wisatawan dapat melihat aktifitas warga yang sedang menyadap karet (menders) di tempat ini, ditambah dengan kicauan burung yang dapat mendatangkan suasana damai.
Pengunjung yang suka memancing dapat juga menyalurkan hobinya ditempat ni. Dan yang tidak bisa dilewatkan adalah mandi-mandi disungai sambil bersantai melepaskan segala kepenatan.
Lelah berendam, pengunjung bisa menikmati makanan khas tempat ini, yaitu mie instan rebus atau goreng. Saat melahap mie yang dimasak secara unik itu pengunjung akan dihibur dengan iringan musik organ tunggal. Tarifnya lumayan murah, hanya sekitar Rp 10.000 per orang, itupun di saat musim liburan.



Danau Simatahari di Padangri, Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

 Danau Simatahari di Padangri, Labuhanbatu Selatan

 

    WISATA danau buatan Simatahari merupakan satu tempat pilihan wisata di Kotapinang yang bernuansa alami. Tujuan wisata ini berlokasi di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Simatahari adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari Kotapinang.
Pemandangan alam sekitar danau Simatahari ini memiliki panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, dan lain-lain.
    Objek wisata Kotapinang ini cukup luas, di sebelahnya terdapat pepohonan karet, dengan pemandangan perbukitan. Tiap hari Minggu atau akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi orang- orang yang sengaja mau mancing, atau rombongan keluarga maupun muda-mudi yang ingin mencari tempat yang romantis untuk berduaan.
    Di tengah danau terdapat jembatan gantung yang di tengahnya terdapat panggung. Saat musim liburan seperi 17-an dan lebaran, pihak pengelola danau kerap menggelar hiburan musik. Artis top daerah dan kota Medan kerap memeriahkan suasana di tempat itu.
Selain itu juga tersedia sepeda air bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berkeliling danau. Namun jumlahnya terbatas, sehingga pengunjung yang datang harus menunggu antrean, sebab pengunjung di danau ini cukup banyak.
Perut lapar, nggak usah kuatir. Ada warung buka di tepian danau buatan itu. Malah banyak penjual makanan mangkal di sana



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA(THANK'S FOR YOUR VISIT)